Posts

Meluruskan Salah Kaprah Masalah Qurban

  Syekh Ali Jaber dalam suatu ceramah yang diunduh dalam channel YOUTUBE, Mitra Tani Farm, menyampaikan selama dirinya di Indonesia banyak salah kaprah (salah pemahaman) malasah qurban. Masyarakat kita menurutnya belum memilik dasar hukum yang baik dalam memahami persoalan Kurban. ” saya sering mendengar soal kurban dihitungkan perorang, keluarga, suami – istri, sama lima anak berarti jumlah 7, maka wajib kurban sapi…ada juga suami – istri yang tidak mampu, tahun ini berkurban atas nama suami, dan tahun depan nama istrinya.” pungkasnya mejelaskan seringnya informasi yang didapat. Menurutnya pemahaman seperti ini keliru. Qurban Iedul Adha berbeda dengan Akikah dan zakat fitrah yang dapat terhitung perorang. ” Jadi kurban hitungannya berkeluarga, bukan perorang.” ujar beliau meluruskan. Menurut Syekh Jaber, buktinya ada pada kisah Nabi Ibrahim, ketika pelaksaan penyembelihah ALLAH ganti dengan satu ekor kambing, padahal pada saat itu Nabi Ibrahim memiliki dua orang istri dan dua oran...

Berniat Qurban dan Aqiqah Sekaligus, Bolehkah?

 Dalam Idul Adha, terdapat ritual pemotongan hewan qurban seperti domba atau kambing. Namun, bagaimana jika qurban yang dilakukan seorang Muslim juga diniatkan untuk mengaqiqahi anaknya? Apakah Islam membolehkannya dan apa dasarnya? Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ahmad Zubaidi menyampaikan penjelasan soal itu. Dia mengatakan, dalam Islam terdapat tiga ibadah yang bentuknya penyembelihan hewan, yaitu aqiqah, athirah (rojabiyah), dan qurban. Aqiqah adalah penyembelihan hewan kambing pada hari ketujuh kelahiran seorang anak. Sedangkan athirah adalah penyembelihan kambing pada bulan Rajab, yang dilakukan oleh orang jahiliyah Arab, lalu dipertahankan dalam ajaran Islam. Karena dilaksanakan pada bulan Rajab, athirah disebut juga rojabiyah. "Sedangkan qurban, atau juga disebut udhiyah adalah penyembelihan hewan ternak berupa unta atau sapi dan sejenisnya, atau kambing, pada hari nahar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Makanya ini disebut qurban," tutur d...

Ancaman Rasulullah bagi Orang “Mampu” tapi Tidak Berqurban

  Berkurban merupakan syariat Islam yang diperintahkan oleh ALLAH bagi hamba-hambanya yang bertaqwa. Bagi muslim yang memiliki kemampuan secara finansial, sangat diperintahkan untuk berkurban. Namun ada ancaman dari Rasulullah bagi orang muslim yang “mampu” tapi tidak berkurban. Lalu kenapa orang tidak mau berkurban?. Dalam satu ceramahnya Ustadz Nazil Hasan, Lc. MA menyampaikan beberapa poin prihal keengganan orang dalam berkurban. Menganggap kurban itu sunnah saja. “Pertama sudah terngiang-ngiang ditelinga, bahwa hukum berkurban dalam Jumhur ulama adalah sunnah mu’akad, menurut Imam Hanafi, wajib.” Ujar Ustadz Nazil Menurut beliau materi tentang sunnah ini sudah disampaikan kepada masyarakat dengan pemahaman yang belum sempurna. ” Bila dikerjakan dapan pahala dan apabila ditinggal tidak berdosa..nah kalimat tidak berdosa ini yang menyenangkan hatinya…ada kurban pak? tidak … kenapa ndak kurban?…ya kan sunnah tidak berdosa.” pungkas penceramah yang bergelar Lc. MA ini menjelaskan k...

Qurban, Bukti Cinta Nabi Ibrahim Kepada Sang Kholiq

Qurban adalah satu kata yang berasal dari bahasa Arab “Qariba” yang berarti dekat atau mendekatkan. Sesuai dengan artinya Qurban dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada ALLAH SWT, dengan rasa penuh cinta dan keikhlasan mengerjakan sebagian dari perintah NYA. Begitu juga dengan bapak tauhid kita Nabi ALLAH Ibrahim AS. bukti Cinta kepada sang kholiq, tertulis indah dalam Alquran. Dalam satu ceramah Gus Baha yang diunggah ke dalam Youtube, beliau mengangkat suatu kisah dalam kitab Hikam, bahwa Nabi Ibrahim pernah diajak ke alam malakut ( alamnya para malaikat dan jin) oleh ALLAH. Di kisahkan Nabi Ibrahim di tanya oleh ALLAH prihal prilaku orang yang berbuat zina dan keburukan lainnya. ” Bagaimana menurutmu, Ibrahim?” ALLAH bertanya kepada Nabi Ibrahim ” Matikan saja ya ALLAH, mereka memakan rizky MU tetapi di dunia berbuat maksiat.” Jawab Ibrahim kepada sang Kholiq Seketika ALLAH pun mencabut nyawa para penzina dan lain-lain tadi. ” Lalu bertemu renternir yang suka makan riba dan mencek...

Ini Proses Penyembelihan atau Potong Sapi Qurban

 Proses penyembelihan hewan qurban pada Hari Raya Idul Adha adalah salah satu bentuk ibadah dan wujud ketaatan serta rasa syukur seorang mukmin kepada Allah SWT. Kegiatan ini sekaligus memperingati peristiwa bersejarah tentang Nabi Ibrahim yang diperintah Allah SWT untuk menyembelih Nabi Ismail, anaknya bersama dengan Siti Hajar. Syarat Hewan yang Dapat Diqurbankan Hewan ternak yang dapat diqurbankan adalah hewan ternak yang termasuk dalam golongan bahimatul an’am, yakni unta, sapi, dan kambing. Adapun di Indonesia, masyarakat lazimnya melakukan potong sapi qurban. Beberapa syarat sapi dapat dijadikan sebagai hewan qurban antara lain adalah sebagai berikut. Berusia dua tahun atau memasuki tahun ketiga. Tidak memiliki cacat fisik seperti buta sebelah, pincang, sangat kurus, mempunyai riwayat penyakit yang jelas, tidak mempunyai sumsum tulang. Berada dalam kondisi sehat, postur tubuhnya baik dan sempurna, cara berjalannya normal, gemuk, dagingnya banyak, mempunyai lemak, dan berharga...

Mengapa Alloh Turunkan Syariah Berqurban?

  Maha benar Allah dengan segala firman NYA. Sungguh kita sebagai hamba yang dhoif tidak akan mengetahui hikmah dibalik ibadah berkurban yang disyariatkan kepada nabi Ibrahim AS., jika panutan kita Rasulullah tidak mengajarkan kepada umatnya. Mungkin kita akan selalu bertanya kenapa ALLAH turunkan syariat berkurban kepada hamba NYA. Dalam satu ceramah, Ustadz Adi Hidayat menyampaikan, ketika manusia diciptakan dan lahir, selain fisiknya disempurnakan ( lihat Qur’an suat 95:04 ). Kemudian diberikan perjalanan kesempurnaan fikiran atau akal, dan segala indra kita, pun jangan lupa ada kesempurnaan inti kehidupan yaitu Ruh, jiwa atau nafs. Nah jiwa kita ini menjadi sempurna, ketika kita mulai menjalani kehidupan usia 4 bulan, kemudian dilahirkan. Saat kesempurnaan ini terjadi, ada dua potensi yang melekat dalam 2 jiwa, yang pertama potensi baik, disebut dengan TAQWA dan yang kedua potensi kurang baik, disebut dengan fujur, nama lainnya nafsu. Bisa kita lihat ( Qur’an surat 91 : 7-10) F...

Mana yang Lebih Dulu, Berqurban atau Aqiqah Dulu?

  Banyak pertanyaan di masyarakat yang kian merebak saat waktu-waktu mendekati  hari Raya Idul Adha, yaitu mana yang lebih dulu, mau berkurban atau aqiqah dulu? Ustadz Adi Hidayat, Lc., M.A., dalam sebuah video di channel Youtube Official miliknya mengatakan dasar hukum aqiqah sebelum menjelaskan pertanyaan tersebut di atas. عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَ يُحْلَقُ وَ يُسَمَّى Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya] Beliau menyampaikan batas awal melaksanakan aqikah (akikah) adalah hari ke 7 setelah melahirkan, atau direntang waktu 14 hari hingga hari ke 21. Namun jika memang belum ...